|
Bunga Anggrek
|
Tanaman bunga anggrek merupakan
salah satu tanaman yang indah mempesona bagi setiap orang yang meliriknya.
Bunga anggrek memiliki ciri khas dalam perawatan dan cara penanamannya yang
berbeda dengan tanaman jenis lainnya. Bunga anggrek ini sudah tersebar di
berbagai daerah tropis sampai daerah sirkumpolar dengan berbagai habitatnya.
Tanaman bunga anggrek ini terbagai beberapa macam berdasarkan habitatnya,
seperti : anggrek cattleya, cymbidium, dendrobium, phalaenopsis, oncidium dan
vanda, tanaman bunga anggrek jenis seperti ini hidup menempel pada tanaman lain
tetapi tidak menggangu tanaman lainnya, sedangkan tanaman bunga anggrek yang
hidup di tanah, seperti : anggrek terrestris.
Bagi Anda pencinta tanaman bunga
dan ingin mencoba menanam bunga anggrek di sekitar pekarangan rumah Anda agar
terlihat lebih indah dan menawan, Anda harus memperhatikan penanaman anggrek
pada daerah-daerah yang dapat menunjang pertumbuhan anggrek dengan baik, karena
tanaman anggrek tidak dapat ditanam di sembarang tempat. Sebenarnya cara penanaman
bunga anggrek sangat mudah dan sederhana, tetapi dibutuhkan kesabaran, fokus
dan ketekun. Tanaman anggrek perlu diperhatikan pemeliharaannya dan
perawatannya yang teratur, agar tanaman bunga ini bisa tumbuh dengan baik dan
indah. Untuk perawatannya, Anda bisa baca lebih lanjut cara merawat tanaman bunga, yang bisa Anda
terapkan dalam berbagai jenis tanaman yang Anda sukai dan yang Anda tanam di
pekarangan rumah Anda. Saya akan berikan beberapa cara dan tips bagaimana cara
menanam tanaman bunga anggrek dengan baik dan benar.
Cara Menanam Bunga Anggrek
Dalam menanam tanaman bunga
anggrek, Anda perlu memilih bibit tanaman anggrek yang baik, seperti : memilih
bibit yang sudah matang atau tua, memiliki umbi berwarna hijau kecoklatan, dan
memiliki daun yang cukup banyak, juga Anda perlu menyediakan beberapa hal dalam
proses penanaman bunga anggrek, sebagai berikut :
> Sediakan Pot
Dalam pemilihan pot, harus
diperhatikan rongga yang banyak dan memiliki ruang yang dalam untuk jenis
anggrek tertentu, sedangkan ada juga anggrek yang tidak membutuhkan pot yang
memiliki rongga yang banyak dan ruang yang dalam. Jangan memilih pot yang sudah
usang (bekas), baiknya pilih pot yang masih baru dan bermulut lebar.
Kemungkinan pot yang bekas memiliki lumut, jamur dan bakteri yang bisa
menganggu proses pertumbuhan bunga anggrek dengan baik. Jika memungkinkan Anda
untuk memakai pot yang bekas, lebih baik di bersihkan terlebih dahulu agar pot
tesebut tidak menyimpang sisa-sisa hama. Anda bisa menggunakan pot yang terbuat
dari plastik atau tanah liat dan harus sesuai dengan ukuran besar dan jenis
tanaman anggrek.
> Sediakan Tiang Penahan
Tiang penahan (peyangga), bisa
Anda pilih yang berukuran sesuai dengan tinggi bibit tanaman bunga anggrek,
fungsinya agar tanaman anggrek dapat tumbuh dengan lurus dan tidak goyang pada
saat penyiraman dan dari tiupan anggin atau dari apa pun. Hal ini juga
bermanfaat untuk tidak menggangu pertumbuhan pada akar tanaman anggrek. Jika
tanaman anggrek sudah tumbuh besar dan kuat, Anda bisa melepaskan tiang
penahannya. Pilih tiang penahan yang terbuat dari kawat berukuran 4 mm yang
nantinya direkatkan dengan bibit tanaman anggrek, jangan pilih kawat yang sudah
berkarat karena akan membuat tanaman anggrek tidak bisa tumbuh dengan baik.
> Sediakan Media Tanam
Media tanam ada beberapa jenis,
bisa di pilih sesuai dengan keinginan Anda, seperti : sabuk kelapa, potongan
kayu arang, potongan pakis dan pecahan batu bata atau genteng. Fungsi media ini
untuk menempel akar tanaman dan mengikat air. Isi dasar pot dengan sedikit
pasir, lalu masukkan tiang penahan sampai ke dasar pot, masukkan pecahan batu
bata atau genteng sebagai penahan air dan pemberat pot plastik jika Anda
menggunakan pot plastik, jika Anda menggunakan pot dari tanah liat, Anda tidak
perlu menggunakan batu bata, cukup masukkan potongan pakis atau potongan kayu
arang setinggi pot, lalu letakkan bibit tanaman anggrek di atas media dan atur
akar tanaman agar hingga menyebar dengan rata, lalu ikat pada tiang penahan.
Usahakan jangan sampai media menutupi batang tanaman anggrek, tetapi hanya khusus
akarnya saja untuk menghindari terjadinya luka pada batang anggrek sehingga
membusuk dan mati. Siram pot sampai membasahi seluruh area media, jangan sampai
berlebihan.
Nah, setelah tanaman anggrek
sudah dibentuk dan ditanam, Anda bisa meletakkannya di tempat yang teduh.
Sedangkan untuk tanaman anggrek yang menempel, caranya cukup sederhana, ambil
media tanaman seperti : sabut kelapa atau sebatang papang pakis lalu tempel
tanaman anggrek lalu ikat dengan tali plastik atau kawat agar tanaman dapat
melekat pada media dengan kuat, setelah tanaman tumbuh dengan kuat, Anda bisa
melepaskan tali pengikatnya. Dalam menanam tanaman bunga anggrek, Anda harus
tetap menjaga kebersihan dan perawatannya setiap hari, sehingga dapat tumbuh
dengan subur dan tetap menghasilkan bunga dan daun yang segar. Semoga tips cara
menanam bunga anggrek bisa bermanfaat bagi Anda yang menyukai dan pecinta bunga
anggrek.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar